Halokaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, resmi mencopot adiknya, Hijrah Mas’ud, dari jajaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Keputusan ini diambil menyusul mencuatnya isu nepotisme yang memicu kritik publik hingga aksi demonstrasi di wilayah Kaltim.
Rudy menegaskan, mulai Senin (27/4/2026), tidak akan ada lagi keterlibatan keluarga dalam struktur yang berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Mulai hari ini, saya meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemprov Kaltim, termasuk wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya dan Pemprov Kaltim.
Sebelumnya, Hijrah Mas’ud diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua TAGUPP. Keberadaannya dalam tim tersebut menjadi sorotan publik dan memicu tudingan praktik nepotisme dalam pemerintahan daerah.
Rudy menyatakan langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan akuntabel. Ia juga mengaku memahami kekhawatiran masyarakat serta menilai kritik sebagai bagian penting dalam sistem demokrasi.
“Kami akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama. Kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur,” tambahnya.
Sebelumnya, isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) turut disorot dalam keberadaan TAGUPP. Rudy mengakui adanya anggota tim yang memiliki hubungan keluarga dengannya, namun menegaskan bahwa posisi tersebut bukan bagian dari struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pengambil kebijakan.
“Ada yang keluarga, iya. Tapi itu bukan jabatan struktural. Mereka hanya tim ahli untuk membantu percepatan,” jelasnya.
Langkah pencopotan ini diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur. (Ja/BNews)
