Halokaltim.com – Dalam upaya meningkatkan managemen tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) laksanakan pelatihan capacity building dengan tema “selamatkan hutan dan lahan dari bencana kebakaran”, di Hotel Zoom, Samarinda, Jumat (11/9/20).
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan selama empat hari yang dibagi dalam dua sesi. Yakni, sesi pertama pada 11-12 September 2020 dan sesi kedua dilaksanakan pada 14-15 September. Setiap sesinya terdiri dari 60 peserta yang terdiri dari BPBD Kutim dan instansi serta organisasi terkait penanganan karhutla.
Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya BPBD KPHP Mandala Agni dan Zulkarnain, Koordinator Manggala Agni wilayah Kaltim-tara.
Saat ditemui usai membuka kegiatan, Kepala BPBD Kutim Syafruddin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas di dalam membangun aparat pengelola kegiatan didalam memenej kegiatan yang dilaksanakan apabila menghadapi bencana nantinya, sehingga ada pelaksanaan pelatihan secara teknis tentang kebakaran hutan dan lahan, serta ada managemen yang diberikan bagaimana teknik-teknik menangani api dan mengumpulkan anggota atau warga di dalam penenganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar kita.
“Pelatihan ini juga sebagai penyegaran bagi petugas-petugas pencegahan Karhutlah baik yang ada di BPBD maupun mitra kerja BPBD yang ada di dalam tim penangulangan bencana Karhutlah Kutim,” tambahnya.
“Dibandingkan musim kemarau ditahun 2015 maupun tahun 2019 yang lalu syukur Alhamdulilah untuk tahun 2020 Karhutlah di Kutim sudah berkurang dan kita lilihat sampai puncaknya di bulan oktober semoga saja tetap aman, tidak seperti tahun-tahun yang lalu terutama di Kecamatan Muara Ancalong yang memiliki titik api terbanyak di setiap tahunnya,” imbuhnya.
Didalam pencegahan Karhutlah BPBD Kutim telah membentuk posko di beberapa kecamatan dan membentuk masyarakat peduli api (MPA) serta telah melaksanakan beberapa pelatihan untuk memperkuat aparat pelaksana yang ada di lapangan.
Untuk tahun 2020 ini BPBD Kutim telah mengalokasikan beberapa peralatan seperti mobil Damkar Karhutlah (jeep fire) dan water supply yang akan di gunakan untuk posko yang ada di empat zona yaitu Kecamatan Wahau, Sangkulirang, Muara Bengkal dan Rantau Pulung. Selain itu BPBD Kutim juga akan mengalokasikan beberapa motor patroli yang akan di usahakan untuk 18 kecamatan. (rus)