Halokaltim.com – Polemik di tengah-tengah warga yang ada di kawasan Kecamatan Bontang Barat terkait keberadaan kandang babi turut menjadi perhatian pihak kecamatan. Yang mana diketahui, keberadaan kandang beserta hewan ternaknya tersebut cukup membuat warga sekitar resah lantaran adanya bau yang tidak sedap hingga masuk di dalam rumah mereka.
Sebagai informasi, polemik ini pun turut menjadi poin pembahasan dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di setiap tahunnya. Namun hingga kini, belum ada realisasinya.
Sebelumnya, tahun ini pun Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) selaku OPD yang membidangi hal ini juga telah melakukan pengadaan cairan penetralisir limbah, yang berfungsi untuk mempercepat limbah kotoran babi tersebut terurai, sehingga tidak sampai menimbulkan bau yang tidak sedap. Namun karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda Bontang, sehingga anggaran pengadaan tersebut harus dipangkas untuk dialihkan ke penanganan wabah.
Memanggai hal tersebut, Camat Bontang Barat Marthen Minggu mengaku, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke warga dan peternak. Namun untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya uga mendorong Pemkot dan OPD teknis terkait untuk melakukan penataan agar terkelola dengan baik.
“Hal ini tidak bisa dihilangkan karena ini juga menjadi roda perekonomian warga. Untuk itu saya dan lurah meminta kepada Pemkot untuk bisa ditata. Harapannya bisa dibuatkan pasar pada satu tempat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/2020).
Marthen menambahkan, adanya keluhan warga terkait bau yang tidak sedap, tidak bisa sepenuhnya ditindaklanjuti. Hal ini karena para peternak erap berdalih bahwa mereka telah terlebih dahulu melakukan aktivitas beternak sebelum adanya permukian warga di sekitar kandangnya.
“Yang seperti ini kadang juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena mereka duluan yang telah beternak sebelum warga itu tinggal disitu,” tandasnya. (afq/adv)