Halokaltim.com – Sebanyak 136 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 18 kecamatan se-Kutai Timur (Kutim) telah difasilitasi untuk berkuliah di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Belakangan uang kuliah mereka menunggak 2 semester di akhir masa perkuliahan.
Akhirnya, setelah selama 2 semester atau setahun menunggak di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul, para mahasiswa yang telah dibiayai Pemkab Kutim sejak awal perkuliahannya itu melakukan audiensi ke Kantor Bupati Kutim, Selasa (25/8/20) sore, agar dapat menyelesaikan masa kuliahnya pada tahun ini.
Datang bergerombol dengan mengenakan almamater kuning kebesaran Unmul, hadir pula Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unmul, Dr Zulkarnain.

Salah satu mahasiswa yang merupakan guru di TK Harapan Bangsa Kecamatan Kaubun, Indah Santika mengaku, selama perkuliahan mengalami banyak suka dan duka.
“Tapi itu semua menjadi pelajaran berharga bagi kami. Karena semua itu butuh proses. Dan, hari ini alhamdulillah semuanya sudah terjawab, semoga harapan dan impian teman-teman (mahasiswa) bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Indah kepada jurnalis halokaltim.com selepas audiensi.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unmul, Zulkarnain mengatakan, Pemkab Kutim sempat terkendala pembayaran uang kuliah di FKIP Unmul, karena sistem administrasi keuangan yang belum memungkinkan.
“Tapi dengan jaminan Pak Bupati ini akan dianggarkan yang sudah menyampaikan komitmennya dengan rektor Unmul, sehingga ini kita selesaikan bersama-sama,” ucapnya.
“Intinya membantu mahasiswa supaya tidak bimbang, agar bisa menyelesaikan (perkuliahan),” tambah Zulkarnain.
Adapun besaran anggaran yang diperlukan untuk membayar tunggakan uang kuliah 136 mahasiswa selama 2 semester, belum dipastikan Zulkarnain detail jumlahnya.
“Tapi itu sekitar Rp 1,8 miliar,” imbuhnya.
Plt Bupati Kutim, Kasmidi Bulang memyatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak rektor Unmul. Pemkab berkomitmen membayar uang kuliah yang tertunggak tersebut sehingga luas, dengan melalui APBD murni yang dialokasikan nanti.
“Anggarannya akan kami alokasikan di tahun 2021, anggarannya ada Rp 1,158 miliar. Tapi, mereka (mahasiswa guru PAUD) sudah bisa ujian tahun ini,” ucap Kasmidi kepada sejumlah awak media, usai audiensi.
“Bahkan mereka juga sudah bisa ikut wisuda Desember tahun ini,” tambah Kasmidi.
Dia mengakui, sebenarnya para mahasiswa tersebut sudah bisa lulus tahun lalu. Namun karena terbentur dalam komunikasi, akhirnya ada 2 semester yang tidak terbayarkan.
“Saya tidak tahu pasti apa masalah penyebab uang kuliah itu tidak terbayarkan, sebab saya juga baru mengetahui ini setelah dituntuk jadi Plt (Bupati),” ujarnya.
“Tapi saya pikir kita tidak usah kita cari apa masalahnya, yang penting kita benahi apa yang bisa dibenahi,” lanjutnya. (ash)