Halokaltim, Samarinda – Aksi demonstrasi “214” yang merupakan gabungan aliansi masyarakat dan mahasiswa Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung riuh, Selasa (21/4/2026). Ribuan massa dari berbagai elemen turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka terhadap kebijakan Pemprov Kaltim yang dinilai tidak pro rakyat.
Dilansir dari Sapos, aksi tersebut berlangsung di 2 titik, dimulai dari depan kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Kemudian berlanjut ke titik utama demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Kota. Dalam orasinya, massa mengkritik sejumlah kebijakan Rudy Mas’ud yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Beberapa isu yang disorot antara lain pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan yang disebut mencapai Rp 25 miliar. Massa menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Selama berjam-jam berorasi di bawah terik matahari, para pendemo menunggu kehadiran gubernur untuk menemuinya. Namun hingga aksi berlangsung sekitar 4,5 jam, Rudy Mas’ud tidak juga menemui peserta aksi. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memilih untuk tidak menemui pendemo, padahal dikonfirmasi ia berada di gedung berlantai 8 tersebut.
Keberadaan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di kantornya dibenarkan salah satu pejabat eselon II Pemprov Kaltim yang enggan disebut namanya. “Ia bapak (gubernur) ada di kantor,” ucapnya.
Bahkan Tim Dewan Penasehat Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Bambang Widjojanto hanya tampak telihat di lokasi. Namun dirinya tidak menemui massa aksi dan memilih hanya memantau dari jauh.
Sebelumnya, lewat rekaman video mantan pimpinan KPK itu menyebut jika aksi demonstrasi yang diinsiasi mahasiswa adalah residu dari sisa Pilgub 2024 lalu. Dia bahkan tak sungkan mengatakan jika aksi ini ditunggangi kepentingan politik.
Sejumlah kelompok masyarakat turut menyampaikan aspirasi. Seorang ibu rumah tangga menyampaikan kekecewaannya terhadap program pemerintah yang disebut hanya janji belaka. Sementara perwakilan forum penyandang disabilitas juga ikut berorasi dan meminta pemerintah lebih memperhatikan hak-hak kelompok rentan.
Situasi semakin menjadi sorotan setelah sejumlah wartawan dilarang masuk ke area kantor gubernur untuk melakukan peliputan. Petugas keamanan menyebut area kantor sedang dalam sterilisasi.
Meski demikian, informasi dari salah satu pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim menyebutkan bahwa gubernur berada di dalam kantor bersama sejumlah pejabat lain dan tim penasihatnya.
Menjelang sore hari, massa aksi sempat membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “KALTIM DARURAT KKN.” Spanduk ini sebagai simbol protes terhadap dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan gubernur.
Sebelumnya, aksi sempat berjalan damai dan bahkan jenderal lapangan juga sudah mengarahkan massa agar membubarkan diri secara tertib.
Namun situasi mendadak berubah tegang saat sebagian massa yang masih bertahan di depan kantor gubernur mulai melakukan pelemparan batu, botol air, dan benda lainnya ke arah area kantor.
Aparat kepolisian kemudian mengambil tindakan pengamanan dengan mendorong massa menjauh dari lokasi. Kendaraan taktis water cannon turut dikerahkan untuk membubarkan kerumunan dan mengendalikan situasi.
Meski sempat ricuh, massa akhirnya membubarkan diri. Para peserta aksi menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Kaltim.
Sementara itu Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengklaim aksi “214” sepenuhnya berjalan lancar dan damai. Namun memang ada aksi kecil terkait insiden pelemparan yang terjadi di akhir waktu penyampaian massa aksi demo.
Hal ini disebut masih bisa diantisipasi oleh aparat kepolisian dengan tindakan yang persuasif. Kapolda menekankan agar anggotanya tidak melakukan tindakan represif kepada masyarakat yang melakukan aksi kali ini.
Sejauh ini, terkait aksi lanjutan, Kapolda Kaltim menyebut masih belum ada informasi. “Akan tetapi kami tetap melakukan penjagaan Kamtibnas dan berharap agar Kaltim tetap aman dan damai,” kata Kapolda. (*)













