Halokaltim, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi melepas 58 kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Ajang ini digelar di Kabupaten Kutai Timur dan akan mempertemukan para peserta dari sepuluh kabupaten/kota di wilayah Kaltim.
Pelepasan kafilah dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati Kukar pada Kamis, 10 Juli 2025, dengan prosesi yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan harapannya agar para kafilah dapat tampil maksimal dan menunjukkan hasil dari proses pelatihan yang panjang.
“Harapan kita pertama, para kafilah bisa mengeluarkan potensi terbaiknya. Ini adalah buah dari proses training center yang dilakukan LPTQ Kukar di bawah koordinasi Sekretaris Daerah,” kata Aulia dalam sambutannya.
Bupati Aulia juga menegaskan bahwa keikutsertaan Kukar bukan sekadar partisipasi, melainkan bagian dari upaya mempertahankan gelar juara umum yang telah enam kali diraih secara berturut-turut. Kukar menargetkan kembali menjadi yang terbaik pada perhelatan kali ini, sebagai bentuk konsistensi pembinaan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Pelatihan kafilah Kukar didukung penuh oleh program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang telah berjalan sejak 2016. Program ini bertujuan menumbuhkan budaya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an di semua lapisan masyarakat, serta menjadi fondasi pembinaan Al-Qur’an dari tingkat desa hingga kabupaten. Sejumlah pondok tahfiz juga telah didirikan untuk memperkuat ekosistem pembelajaran Al-Qur’an di daerah.
“Kita percaya, hasil tidak akan mengkhianati proses. Dan proses pelatihan ini sudah kita jalankan secara serius dan terstruktur,” imbuh Aulia.
Dalam kesempatan itu, Aulia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dalam kompetisi. Ia berharap pelaksanaan MTQ berjalan adil dan objektif tanpa ada praktik “ngebon” atau mengambil peserta dari luar daerah demi mengejar prestasi.
“Kalau ada yang mencoba ngebon, sekarang sistem Kemenag sudah sangat baik, pasti akan ketahuan. Kita ingin persaingan yang sehat dan adil,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan moril dan materiil, Pemkab Kukar memberikan uang saku sebesar Rp3,8 juta rupiah kepada masing-masing kafilah, baik putra maupun putri. Dukungan ini diharapkan bisa menjadi penyemangat tambahan selama mengikuti perlombaan di Kutai Timur.
“Mohon doa dari masyarakat Kutai Kartanegara agar para kafilah diberi kesehatan dan kekuatan, sehingga bisa berlomba dengan maksimal. Insyaallah Kukar kembali meraih juara umum,” tutup Aulia. (*adv/diskominfokukar)
