Halokaltim, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa hingga pertengahan Juni 2025 tidak ada kasus aktif COVID-19 di wilayahnya. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama menjelang kepulangan jemaah haji dari Arab Saudi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menjelaskan bahwa status COVID-19 kini sudah ditetapkan sebagai endemi. Artinya, virus masih berpotensi menular kapan saja, serupa dengan penyakit menular lain seperti influenza.
“Belum ada laporan kasus sampai sekarang. Tapi virusnya tetap ada di sekitar kita. Jadi tetap perlu kewaspadaan, seperti memakai masker saat di kerumunan, mencuci tangan, dan menjaga pola hidup sehat,” kata Kusnandar, Rabu, 10 Juni 2025.
Ia menambahkan, sempat ada temuan varian baru di salah satu rumah sakit. Namun, setelah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, kondisi dinyatakan terkendali dan tidak membutuhkan penanganan khusus. “Kita tidak perlu panik, tapi jangan lengah. Instruksi ini juga sudah disampaikan ke seluruh puskesmas di Kukar,” ujarnya.
Dinkes Kukar juga menyiapkan langkah antisipasi menyambut kepulangan jemaah haji. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan Balai Karantina Kesehatan di titik kedatangan. Jika ditemukan jemaah dengan gejala infeksi pernapasan, Dinkes Kukar siap melakukan tindak lanjut, termasuk isolasi atau pengobatan.
“Prosedurnya sudah disiapkan. Pemeriksaan oleh balai karantina, kami tindak lanjuti jika ada yang perlu penanganan lebih lanjut,” tegas Kusnandar.
Ia menekankan bahwa tes COVID-19 saat ini tidak lagi dilakukan secara massal, melainkan hanya untuk individu yang bergejala atau memiliki riwayat kontak erat. “Kita mengedepankan kesadaran masyarakat. Jika merasa demam, batuk, atau sesak, segera periksa ke puskesmas. Isolasi mandiri tetap dianjurkan jika ada gejala,” tutupnya. (*adv/diskominfokukar)
