Halokaltim.com – Drs H Ardiansyah Sulaiman M Si dan H Kasmidi Bulang ST MM mengusung jargon ‘menata kembali Kutai Timur untuk semua’. Pasangan calon berjuluk ASKB tersebut mengaku, telah menyiapkan pemikiran mendalam dan komprehensif untuk menentukan langkah politik dalam kebijakan pembangunan.
Sebagai pasangan yang memiliki pengalaman mumpuni dalam memimpin Kutai Timur, Ardiansyah dan Kasmidi, sudah memikirkan rencana untuk Kabupaten Kutai Timur sebagai wilayah penyangga ibu kota negara baru, yang multikulturan dan heterogen.
Ardiansyah mengatakan, ASKB memiliki keyakinan kuat bahwa pemeritahan Kabupaten Kutai Timur akan semakin cerdas bila memiliki dasar sistem organisasi pemerintah yang baik, kuat, rasional, dan transparan. Dia meyakini manajemen pemerintahan yang modern akan menjadi efektif dan efisien.
“Membangun sistem pemeritahan seperti itu setidaknya harus memadukan tiga aspek kebaikan, yaitu sistem nilai (value system) yang baik, peraturan-peraturan (regulation) yang baik dan prosedur (mechenism) yang baik,” ungkap Ardiansyah.
Ardiansyah menyatakan telah memikirkan beberapa program unggulan untuk dikembangkan berdasarkan tiga aspek kebaikan tersebut sesuai tagline mereka, menata kembali untuk semua.
Pemikiran Ardiansyah dan Kasmidi, yakni agar bersenyawa langsung dengan pemenuhan kehidupan masyarakat. Kedua, pemikiran tentang pemerintahan berbasis elektronik yang senantiasa memudahkan untuk menemukan jalan keluar atas semua permasalahan yang dihadapi masyarakat Kutim. Ketiga, pemikiran tentang pembangunan yang didesain sesederhana mungkin sehingga dapat langsung mengenai sasaran.
Konsekuensi atas hal tersebut, kata Ardiansyah, menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama. Hal ini tentu saja menuntut sikap arif semua aparatur Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar proses pengambilan kebijakan pembangunan yang akan dijalankan tidak atas kepentingan pihak tertentu saja.
“Sinergitas yang akan dibangun harus dibalut dalam sebuah teamwork yang kuat sehingga semua program yang dicanangkan benar-benar menjadi kenyataan, dan roda pemerintahan Kabupaten Kutai Timur dapat berjalan secara sinergis. Hubungan antara aparatur Pemerintah dengan pihak swasta dan masyarakatnya dapat berlangsung secara harmonis, aspiratif dan konstruktif,” ujarnya. (*)
Editor : Raymond Chouda