Halokaltim.com – Setelah empat hari hilang tenggelam di perairan Teluk Lombok, Kutai Timur (Kutim), jasad lelaki anak buah kapal (ABK), Rasan (21), telah ditemukan, Kamis (17/9/20) sekira pukul 14.30 Wita. Evakuasi jasad korban dilakukan Lanal Sangatta bersama tim SAR gabungan.
Personel TNI AL dari Posal Muara Sangatta dan Posmat Aquatic Lanal Sangatta mengevakuasi saat jasad Rasan ditemukan terapung.
Menurut Keterangan Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Osben Alibos Naibaho, pihaknya mendapatkan informasi dari nelayan pada hari itu, sekitar pukul 12.45 Wita terkait temuan mayat tidak dikenal di perairan Teluk Lombok.
Adanya informasi tersebut, Danlanal segera memerintahkan jajaran di bawahnya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan memuju TKP guna melakukan SAR gabungan. Sekitar pukul 14.00 Wita anggota menemukan mayat di koordinat koordinat 00⁰ 35″ 8981 N 117⁰ 67″ 7282 E sekitar perairan Teluk Lombok.
Osben menjelaskan, setelah ditemukan jasad tersebut langsung ditarik menuju Pelabuhan Kenyamukan Sangatta dan dilanjutkan proses evakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta.
“Operasi SAR merupakan bagian dari tupoksi kami dari TNI Angkatan Laut khususnya Lanal Sangatta,” jelas Osben.
Dari hasil pendalaman informasi, diketahui bahwa, Rasan, warga Punagayya Kabupaten Jeneponto, yang keseharian bekerja sebagai ABK Kapal. Korban terpeleset dari pinggir tongkang saat mencari sisa-sisa batubara di perairan Marangkayu-Tanjung Santan Kabupaten Kukar.
Danlanal yang didampingi Unit Intel Lanal Sangatta Serma Banto Hasugian menerangkan, selain personel dari Lanal Sangatta, terlibat pula 4 personel dari Pos Sar Kutim, Polairut serta masyarakat dan nelayan. Dalam melakukan evakuasi menggunakan 1 unit Searider Basarnas 2 unit Mopel 40pk TNI AL.
“Saat ini jasad akan dibawa ke Jeneponto, Sulawesi Selatan, tempat asal ABK yang tenggelam itu. Para warga paguyuban Jeneponto di Palaran yang membantu proses pemulangan untuk dipertemukan dengan keluarganya,” ungkap Hasugian.
Adapun Rasan, selama di Kaltim bertempat tinggal di Kecamatan Palaran, Samarinda. Dia bekerja di tongkang batu bara untuk mencari atau membersihkan sisa-sisa batu bara.
Terpisah, rekan ABK tenggelam, Abdul Kadir menjelaskan, saat itu Rasan sedang membersihkan tongkang. Namun karena terpeleset, dia langsung terjatuh ke laut.
“Waktu itu dia (Rasan) sudah sempat muncul dua kali tangannya di permukaan air. Akhirnya dari tongkang itu menurunkan dua kapal kecil untuk menolongnya, dan sempat dilemparkan tali, tapi dia tak bisa menangkap tali itu,” terang Abdul Kadir.
Akhirnya, lanjut dia, jasad Rasan tenggelam di perairan tersebut pada Senin 14 September 2020, sekira pukul 00.00 Wita.
“Tiga hari tiga malam kami mencari, sampai menggunakan sembilan kapal, termasuk Basarnas. Kami mencari jasadnya sampai berpencar ke Marangkayu, Sanbera, dan lainnya,” papar Kadir.
“Akhirnya tadi saya dengar kabar bahwa jasad sudah ditemukan. Saat ini pihak keluarga Rasan sudah datang dari Jeneponto,” tambah dia. (mon)