Halokaltim.com – Rasa sedih korban bencana kebakaran belum hilang setelah 11 bangunan dilalap si jago merah di Desa Sepaso Induk, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Kaltim, Selasa (25/8/20) lalu. Mencoba meringankan kegundahan, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan datang ke lokasi kebakaran tersebut.
Arfan datang dengan kerendahan hati beserta rasa simpati dan empati, dia membawakan sejumlah bantuan sosial, Rabu (26/8/20).
Bantuan sosial yang dibawakan oleh Arfan adalah berupa sejumlah sembako dan barang sandang-papan yang dibutuhkan para korban bencana. Supaya mencukupi sementara penghidupan selama di lokasi pengungsian.
Arfan mengatakan, kedatangan dirinya dengan bantuan sosial tersebut adalah sebuah bentuk kepedulian dirinya sebagai wakil rakyat yang berasal dari Kecamatan Bengalon. Bahwa, ketika ada masyarakat yang membutuhkan, apalagi terkena musibah, maka dirinya siap datang membantu dengan kemampuan yang ada.

“Saya harap bantuan ini bisa membantu meringankan beban korban kebakaran di Desa Sepaso Induk. Agar kiranya mereka tetap memiliki rasa semangat untuk bangkit kembali dari musibah yang telah menimpanya,” ungkap Arfan.
Dirinya atas nama pribadi, keluarga, maupun sebagai unsur pimpinan DPRD Kutim menyampaikan rasa bela sungkawa dan berduka cita atas kejadian tersebut.
“Saya harap warga bisa bersabar lebih pada ujian ini. Sebab pandemi covid-19 pun belum berakhir, tapi ada saja musibah yang tidak diinginkan. Ini harus kita atasi bersama, karena ini tanggung jawab saya juga sebagai wakil rakyat, apalagi saya juga berasal dari daerah pemilihan 2 yang membawahi wilayah Bengalon, sehingga saya harus hadir untuk masyarakat Bengalon,” ungkap Arfan.
Dia pun mengaku telah berbincang dengan warga korban kebakaran tersebut. Umumnya warga masih merasa trauma dengan musibah kebakaran, sebab sudah terjadi sebanyak enam kali di wilayah tersebut.
“Mereka menaruh harapan kepada saya agar bisa diusulkan ke pemerintah untuk pengadaan pemadam kebakaran yang sifatnya permanen, dan ditempatkan di daerah tersebut. Apakah itu berupa unit kendaraan atau pemadam yang ada di pinggir sungai,” ungkap Arfan.
“Jadi ini saya coba perjuangkan agar kalau ada musibah bisa cepat diatasi. Juga, sebagai wakil rakyat saya ucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang telah membantu warga untuk menurunkan unit pemadamnya sehingga api cepat dikendalikan,” tambahnya.
Diketahui, ada 11 bangunan yang terkena musibah kebakaran tersebut adalah 10 rumah warga berbahan kayu, dan satu bangunan sarang burung walet. (ash)