Halokaltim.com – Orang tanpa gejala (OTG) kini menjadi pendominasi deretan pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kaltim, yang memasuki kerawanan gelombang II. Lantaran sulit dilacak, kasus OTG lebih berbahaya dibanding orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).
Sama halnya seperti Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dan istri yang mengakui telah terkonfirmasi positif covid-19. Keduanya masuk kategori pasien dari OTG.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak dalam rilis laporan hariannya menyebut, kini tercatat 20 tambahan kasus baru yang kembali didominasi oleh pasien OTG, per Minggu (19/7/20).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini merinci, tambahan 20 kasus ini terdistribusi di enam wilayah Kaltim.
Enam wilayah tersebut antara lain :
– Berau 2 kasus
– Kutai Barat 1 kasus
– Kutai Timur 2 kasus
– Kutai Kartanegara 1 kasus
– Balikpapan 9 kasus
– Samarinda 5 kasus
Lantaran hal tersebut, Andi mengaku jika tim Gugus Tugas belum seutuhnya dapat mengendalikan penyebaran corona di Benua Etam. Terlebih, dari jumlah yang ada saat ini, angka peningkatan kasus di Kaltim dinilai masih cukup tinggi.
“Artinya, dituntut kepedulian kita semua agar terus meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan,” imbaunya.
Di samping itu, Andi juga mendorong agar penggunaan masker di kalangan masyarakat harus diperketat lagi. Juga tetap membiasakan rutin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
“Tidak hanya di pusat ekonomi, demikian juga di tempat kerja. Karena ada potensi cukup tinggi dari interaksi yang intens antar sesama pegawai,” imbuhnya, dilansir dari Presisi.co.
Dalam kesempatan yang sama, Andi juga kembali melaporkan tambahan pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sejak dinyatakan terpapar corona, pasien BPN 288 yang adalah wanita usia 25 tahun ini dirawat di RS Pertamina Balikpapan sejak 16 Juli lalu.
“Pasien dinyatakan sembuh karena dari hasil lab rujukan covid-19 dengan hasil swab negatif dua kali dan pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab,” pungkasnya. (ash)













