Pela Ditetapkan Jadi Desa Konservasi Pesut Mahakam

Halokaltim, Kukar – Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, mendapat kunjungan istimewa dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, pada Kamis, 3 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda nasional bertajuk “Kolaborasi Memajukan Konservasi dan Wisata Edukatif Kawasan Danau Mahakam Desa Pela.”

 

Desa yang dikenal sebagai habitat terakhir Pesut Mahakam ini kini ditetapkan sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam. Menteri Hanif menargetkan peningkatan populasi pesut dari 62 ekor menjadi 72 ekor pada 2026.

 

Upaya penyelamatan dilakukan melalui penguatan regulasi, pengawasan aktivitas kapal di jalur habitat pesut, hingga pengendalian spesies invasif. Pemerintah juga akan menggandeng organisasi seperti RASI dan DAS, serta desa-desa sekitar danau Mahakam dalam riset dan kegiatan konservasi.

 

“Pemerintah akan mengatur jalur lalu lintas sungai dan menindak tegas pelanggaran yang membahayakan pesut,” tegas Hanif.

 

Sementara, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai Bebudaya (B3), Alimin, menyebut kunjungan ini sebagai momen penting yang menandai keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan mamalia endemik Sungai Mahakam. “Target itu bukan sekadar angka. Ia adalah tantangan dan harapan bagi keberlanjutan ekosistem Mahakam,” ucapnya.

 

Disamping itu, Alimin menilai kunjungan ini menjadi pengakuan atas perjuangan panjang warga Desa Pela dalam menjaga lingkungan. Sebab, sejak 2024, desa ini meraih penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan, dan kini telah ditetapkan sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam.

 

“Bupati Kutai Kartanegara juga berkomitmen mendukung penuh upaya pelestarian ini,” tutup Alimin. (*adv/diskominfokukar)

Billy Bets – Join Billy Bets for non-stop action, big wins, and an unforgettable betting experience anytime, anywhere.