Halokaltim, Kukar – Desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan. Dari sekitar 3.300 jiwa yang tinggal di desa ini tersebar dalam 750 kepala keluarga sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil bertani dan berkebun.
“Warga di sini rata-rata bertani dan berkebun. Komoditasnya beragam, mulai dari karet dan sawit, hingga buah-buahan seperti rambutan dan durian,” ujar Kepala Desa Jembayan Dalam, Rusmiadi, Kamis, 12 Juni 2025.
Sebagian besar lahan pertanian yang dikelola merupakan milik warga. Totalnya mencapai 500 hektare, yang saat ini dikerjakan delapan kelompok tani aktif dari 10 RT di dua dusun. Potensi tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah desa untuk mengembangkan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Dukungan dari pemerintah daerah juga mulai terlihat. Pada 2024, Desa Jembayan Dalam mendapat bantuan satu unit ekskavator mini dari Bupati Kukar melalui Dinas Pertanian. Alat tersebut digunakan warga untuk membuka dan memperluas lahan tanam.
“Insya Allah ke depan kami ingin mengembangkan ketahanan pangan lebih luas. Tapi kendala utama kami masih di akses jalan pertanian,” kata Rusmiadi.
Sejak 2023, pemerintah desa menggandeng Dinas Pekerjaan Umum Kukar, DPRD Kukar, dan memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk membenahi jalan tani. Infrastruktur dasar ini dianggap vital bagi mobilitas petani, termasuk distribusi hasil panen.
Memasuki 2025, desa ini menyiapkan program lanjutan. Dua prioritas utama adalah normalisasi parit sepanjang 10 kilometer dan pembangunan embung. Normalisasi diperlukan untuk memperbaiki sistem irigasi sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
“Kami ajukan ke Dinas Pertanian dan Dinas PU. Panjang normalisasi paritnya sekitar 10 kilometer. Ini penting untuk mendukung irigasi dan mencegah banjir,” ujar Rusmiadi menutup. (*adv/diskominfokukar)













