Halokaltim – Dalam memajukan sektor pendidikan di Kutai Timur (Kutim), PT Kaltim Prima Coal (KPC) memberikan manfaat beasiswa kepada siswa dan mahasiswa yang keterbatasan finansial.
Kegiatan KPC peduli pendidikan ini berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (6/6/2023).
Dalam program berdaya KPC yang sebanyak 201 orang penerima darinya sebanyak 102 orang dari jenjang SLTP, 59 jenjang SLTA dan 40 jenjang D3, D4 dan Sarjana.
Febriani Kurniasari Ketua Komite Beasiswa KPC dan juga sebagai Penanggung jawab beasiswa KPC, mengatakan dalam sambutannya bahwa sekitar akhir tahun lalu KPC juga memberikan bantuan beasiswa yaitu beasiswa kutim cerdas, dimana persyaratan beasiswa ini mengacu kepada nilai akademis dan fokusnya ada dijenjang pendidikan S1, S2, dan S3.
“Sedangkan kali ini beasiswa yang akan kita berikan adalah beasiswa berdaya KPC, mengapa berdaya karena fokus beasiswa ini adalah untuk masyarakat Kutim yang keterbatasan finansial, jadi semangatnya adalah dengan adanya beasiswa ini adik adik semua yang ada di Kutim yang mendapatkan beasiswa lebih berdaya lagi dan lebih bersemangat lagi dalam belajar.” ujar Ketua Komite Beasiswa KPC.
Febriani Kurniasari mengungkapkan bahwa beasiswa berdaya KPC ini ada yang bekerjasama dengan pihak sekolah dan ada yang secara umum.
“Beasiswa untuk SLTP dan SLTA kami bekerja sama dengan pihak sekolah sedangkan jenjang D3, D4 dan S1 kami buka secara umum, kami umumkan di media sosial kami baik instagram, facebook hingga radio,” ungkapnya.

Sementara itu, GM External Affairs Sustainable and Development PT KPC Wawan Setiawan menyampaikan dalam sambutannya bahwa pendidikan adalah bagian penting dalam program pemberdayaan KPC.
“Kita akan selalu mempunyai improvement baik untuk inovatif untuk bergandengan dengan program Pemkab Kutim, dengan tujuh bidang program pendidikan yang di cadangkan Pemkab Kutim, enam mulai berjalan dan satu PR bersama yakni akreditasi sekolah,” tuturnya.
Wawan Setiawan melanjutkan “bahwa dengan tagline ETAM BERDAYA KUTIM BERKARYA, itu bagian dari cara kita untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pendidikan harus jadi yang utama untuk mendorong peningkatan kualitas cara berpikir ilmia dan pendidikan di Kutim”. (*)













