Halokaltim.com – Setelah diresmikan untuk memimpin Pemkab Kutai Timur sebagai Pjs bupati, Muhammad Jauhar Effendi akan melakukan penataan pemerintahan. Setelah mendapat laporan, dia akan menyikapi banyaknya kendaraan dinas milik pemerintah yang belum dikembalikan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) Kutim.
Menurut Jauhar, aset pemerintah berupa kendaraan-kendaraan dinas menjadi salah satu perhatiannya. Mengingat, sejumlah kendaraan dinas masih dikuasai oleh seseorang yang sudah pensiun. Hal itu harus tertibkan.
Setelah nantinya ditarik, lanjut Jauhar, maka kendaraan dinas tersebut akan dibagikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang memerlukan. Terutama, bagi OPD yang selama ini belum didukung oleh kendaraan operasional.
“Kita tidak mungkin mengadakan pengadaan baru, karena situasi COVID-19, sebab anggran kita terbatas,” tutur Jauhar.
Dia menyatakan, selama dua bulan ke depan menjabat Pjs Bupati Kutim, dirinya diberikan tiga amanah untuk diselesaikan. Pertama memastikan penyelenggaraan pemerintahan di lingkup Pemkab Kutim, termasuk masalah anggaran dan sebagainya berjalan dengan baik. Kedua, menjaga netralitas ASN dalam momen pilkada. Tiga, sebagai Ketua Satgas Covid-19 harus mengendalikan dan menekan angka persebaran covid-19. (mon)













