Halokaltim – Camat Bengalon Suharman ungkapkan kekecewaannya saat pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan (musrenbangcam) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berlangsung di BPU Kecamatan Rantau Pulung.
Suharman sangat menyayangkan bahwasanya dirinya selaku Camat tidak diberi kesempatan menyampaikan sambutan dan laporannya dalam kegiatan musrenbangcam Rantau Pulung dan Bengalon yang dijadwalkan dalam satu agenda di Kecamatan Rantau Pulung, Rabu (22/2/2023) pagi.
Sebagaimana terpantau dalam acara tersebut hanya Camat Rantau Pulung yang berkesempatan menyampaikan laporannya di hadapan Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran pemerintahan dan para tamu undangan yang hadir.
“Saya sedikit ada rasa kecewa ini. Seharusnya juga saya harus berdiri di sini (mimbar), ndak tau ini apa protokol yang salah ndak tau Camat Bengalon kali ya,” ungkap Suharman ketika di persilahkan menyampaikan usulannya oleh moderator.
Seketika Suharman membuat seisi ruangan sejenak menjadi senyap sembari melanjutkan ucapannya “ya seharusnya juga diberi kesempatanlah Camat Bengalon untuk sambutan, meskipun itu sedikit saja,” lanjutnya.
Sebagai pimpinan tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, dirinya berharap dapat lebih dihargai. Hal ini mengingat bahwa yang dibahas dalam kegiatan tersebut terkait kelanjutan pembangunan yang ada di kecamatan.
“Fajar berkata, hargai perjuangan orang dan kebaikan orang. Saya sudah kesini, saya sudah siapkan konsep 7 hari 7 malam bapak ibu ya, kok tidak diberi kesempatan,” ujarnya yang diawali dengan sebait pepatah sebagai bentuk kekecewaan.
Kemudian Suharman mempersilahkan kembali moderator yang juga merupakan Kasi PMD Kecamatan Bengalon untuk mengambil alih acara, sekaligus menyampaikan usulan pihaknya dari Kecamatan Bengalon yang akan disampaikan dalam kesempatan itu.
“Saya rasa pak Anton (moderator) dilanjut aja, apa yang telah dicatat dilanjut aja. Memang ada beberapa poin,, jadi dipersilahkan aja pak Anton, terimakasih,” tutur Suharman.
