Pilihan PPP di Pilkada Kutim : Jadi Penonton atau Poros Tengah

Halokaltim.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai pemilik sembilan kursi di parlemen, dihadapkan dua pilihan. Pertama, hanya akan jadi penonton di Pilkada Kutai Timur (Kutim) 2020, atau menjadi poros tengah.

Sebagai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) 2019, partai berlambang kakbah itu berpotensi hanya jadi penonton di panggung politik Kutim, jika tak mengusung calon dari kader sendiri.

Kenyataan pahit itu tercipta, sebab dari DPC PPP Kutim pun kini telah kehabisan stok figur dengan elektabilitas tinggi, pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pasangan suami-istri Bupati Kutim nonaktif Ismunandar dan Ketua DPRD nonaktif Encek UR Firgasih.

Di mana diketahui, Encek adalah ketua DPC PPP Kutim, sebelumnya memiliki pengaruh besar atas pasang-surut yang terjadi di PPP Kutim. Sedangkan suaminya, Ismu, memiliki peran besar sebagai calon bupati petahana dengan elektabilitas di atas angin. Tapi itu dulu, sebelum 2 Juli 2020. Sekarang, peta politik telah berubah.

Sebagaimana diketahui, DPC PPP Kutim sejauh ini belum mengumumkan sosok yang akan diusung untuk menghadapi Pilkada Kutim 2020 pada Desember mendatang. Sedangkan pendaftaran parpol di KPU, sudah akan dibuka pada 4-6 September 2020, hanya hitungan enam hari ke depan.

Sementara itu, figur-figur raksasa dengan elektabilitas tinggi telah memborbardir lapangan. Mahyunadi-Kinsu (Makin) yang kini telah merangkul enam parpol dengan total 23 kursi, bukan main-main dalam bermanuver. Mahyunadi, adalah mantan ketua DPRD Kutim yang kini anggota DPRD Kaltim, adik dari Wakil Ketua DPD RI Mahyudin. Kinsu adalah pengusaha minyak sukses asal Sangatta.

Keduanya penuh kejutan, mampu mengambil SK rekomendasi dari enam parpol besar dalam hitungan minggu ke minggu.

Ada pula Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang (ASKB), duo kepala daerah yang pernah berhadapan di Pilkada Kutim 2015 dengan hasil suara beda tipis. Kini, Ardiansyah si mantan bupati Kutim itu bergabung dengan Kasmidi yang merupakan Plt Bupati Kutim (sebelumnya wakil bupati dari Ismu). Tentu ini adalah pasangan kelas kakap, yang kini memiliki koleksi delapan kursi dukungan dari tiga parpol.

AS maupun KB, sama-sama memiliki massa dari kelompok berbeda. Dalam Pilkada 2015, jika keduanya berhasil menggabungkan jumlah suara tersebut ke Pilkada Kutim 2020, alangkah besarnya jumlah pemilih ASKB.

Makin dan ASKB adalah bakal paslon yang digadang-gadang bakal ‘head to head’ jika PPP sama sekali tidak mengusung calon sendiri. Harga diri sembilan kursi parlemen akan kehilangan marwah di hadapan para konstituennya, karena hanya akan menjadi penonton jika tak mengusung calon kepala daerah sendiri. Pilihan alternatifnya hanyalah dengan menjadi poros tengah, bahkan barang kali mampu menjadi kuda hitam.

Sebelumnya, dari kader murni DPC PPP Kutim, ada tiga orang yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati. Mereka adalah anggota DPRD Kutim Uce Prasetyo yang memperoleh sekira 2.500 suara hasil Pileg 2019. Kemudian ada mantan anggota DPRD Kutim Hasbullah dengan jumlah sekira 1.700 suara pada Pileg 2019, dan terakhir ada mantan caleg Khoirul Arifin yang memperoleh sekira 1.500 suara pada Pileg 2019.

Plt Ketua DPC PPP Kutim, Iriansyah mengatakan kepada jurnalis halokaltim.com, bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan suatu keputusan. Pada Sabtu (29/8/20) malam ini, DPC PPP Kutim akan menyampaikan hasilnya.

Dia enggan memberikan bocoran nama calon yang akan diusung oleh PPP untuk Pilkada Kutim 2020.

“Nanti kami akan sampaikan. Saya belum bisa kasih tahu,” ungkap lelaki yang juga karib disapa Haji Wewe itu melalui jaringan selular kepada halokaltim.com, tadi sore.

Pun begitu, sejauh ini sudah ada desas-desus nama Awang Ferdian Hidayat, putra dari mantan bupati Kutim pertama Awang Faroek Ishak yang akan diusung PPP untuk Pilkada Kutim. Ferdian sebagai pemilik suara dominan di Pileg 2019, memungkinkan untuk bisa mendulang suara banyak jika dipasang ke Pilkada Kutim oleh PPP.

Nama calon wakil bupatinya, menurut informasi yang diperoleh media ini, yakni Yusuf T Silambi. Namun nama ini belum disetujui banyak pihak di internal partai berlambang kakbah tersebut.

Sebelumnya, sempat mencuat nama Iman Hidayat. Namun Iman yang belakangan diketahui telah masuk jajaran pengurus DPC Partai Nasdem Kutim, belum diketahui bakal dipasangkan dengan siapa, seandainya ia jadi diusung PPP. (ash)

Billy Bets – Join Billy Bets for non-stop action, big wins, and an unforgettable betting experience anytime, anywhere.