Halokaltim.com – Pelaku tabrakan beruntun yang membuat sejumlah masyarakat ikut menjadi korban telah ditangkap tim Satreskrim Polres Kutai Timur (Kutim), setelah kejadian Kamis (13/8/20) pukul 14.00 Wita. Pelaku adalah anak muda usia 20 tahun.
Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo mengatakan penanganan laka lantas yang disebabkan oleh pelaku ditangani oleh Satlantas Polres Kutim. Sementara atas dugaan pencurian mobil ditangani Satreskrim Polres Kutim.
Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf menjelaskan, pelaku tabrak beruntun yang diduga mencuri mobil jenis MPV bernomor KT 1130 RB itu, ditangkap dengan tanpa perlawanan. Namun sejauh ini kasus tersebut belum bisa dilanjutkan proses hukumnya karena warga yang mengakui kepemilikan mobil belum melengkapi berkas.
“Jadi sampai tadi malam kami masih menunggu laporan oleh pemilik yang merasa mobilnya dicuri. Dan, sekarang orang yang mengakui kepemilikan mobil tersebut sudah datang, tapi belum melengkapi berkas legalitas kepemilikan mobilnya,” ungkap Rauf kepada jurnalis halokaltim.com melalui sambungan selular, Jumat (14/8/20) pukul 15.23 Wita.
Jadi, lanjut Rauf, perkara dugaan pencurian mobil belum bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak lengkapnya berkas pelapor menjadi hal yang ditunggu untuk menjawabnya.
“Makanya kejadian pencurian mobil belum naik laporan di Polres Kutim,” tegasnya.
Sebelumnya, Kasatlantas Polres Kutim AKP Wulyadi melalui Kanit Lantas Ipda Herianto menjelaskan kecelakaan beruntun itu terjadi peristiwa aksi-kejar-kejaran dua pengendara roda empat.
“Kami masih mengumpulkan data di lapangan jadi belum bisa menjabarkan jumlah kendaraan yang ditabrak mobil curian. Yang jelas kejadian ini banyak yang dirugikan karena beruntun,” papar dia.
Saat waktu kejadian, ada dua kendaraan roda empat yang kondisinya rusak parah akibat tabrak beruntun itu. Antara lain mobil Xpander warna putih KT 1317 WH remuk bagian depan, dan mobil SUV Terios warna putih KT 1034 RE yang remuk pada bagian belakang. Bahkan juga menabrak mobil minibis milik perusahaan perbankan negeri. Adapun korban kecelakaan diketahui dalam kondisi kritis. (ash)













