Halokaltim.com – Setelah menghilang selama 10 hari, sejak Kamis (16/7/20) lalu, bocah 3 tahun bernama Fia ditemukan di sekitar jamban di Sungai Keham, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim), Kaltim, Sabtu (25/7/20) pukul 07.00 Wita.
Bocah perempuan itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad bocah bernama lengkap Deviya itu ditemukan dalam keadaan berwarna pucat, masih mengenakan pakaiannya yang nampak berwarna cokelat.
Sebelumnya, putri dari Supian dan Umalia itu telah menghilang dari sekitar perairan wilayah Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kutim, 10 hari yang lalu. Pencarian bahkan melibatkan hingga 300 orang masyarakat di daratan maupun perairan sungai.
Babinsa Desa Marah Haloq, Koramil 0909-03 Muara Wahau, Sertu Harianto turut membantu pencarian bocah tersebut bersama masyarakat. Pencarian telah dilakukan ke hutan maupun sungai.
Menurut Harianto, jasad Fia ditemukan di jamban Sungai Telaga Keham oleh warga bernama Suk (45). Jasad bayi itu sedang tersangkut di kayu jamban. Kemudian Suk naik ke darat dan memanggil masyarakat sekitar untuk meminta bantuan.
“Kemudian masyarakat menelepon Kepala Desa Marah Haloq, dan melanjutkan informasi tersebut kepada saya. Akhirnya kami bersama orang tua korban dan keluarga sebanyak lima orang berangkat ke lokasi yang dimaksu mengunakan perahu ces,” ungkap Harianto.
Setibanya di lokasi, pukul 08.45 Wita, ayah korban segera memastikan jasad tersebut apakah benar anaknya yang sedang hilang.
“Orang tua korban menyatakan bahwa itu memang anaknya (Deviya),” ucap dia.
Berita terkait :
Akhirnya jasad tersebut segera dibawa pulang ke Desa Marah Haloq menggunakan perahu ces, hingga tiba di desa tersebut pada pukul 10.15 Wita. Kemudian dilanjut dengan penguburan jenazah korban di pemakaman umum, berakhir pada pukul 12.30 Wita. (ash)













