Kasmidi Bulang
Halokaltim.com – Ketua DPD Golkar Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang telah berjuang membawa nama besar Partai Golkar di Kutim beberapa tahun terakhir. Namun menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kutim 2020, lelaki yang juga Plt Bupati Kutim (sebelumnya wakil bupati) itu tidak mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar.
Rekomendasi DPP Partai Golkar justru diberikan kepada pasangan calon (paslon) Mahyunadi-Kinsu. Lantas, koleksi tujuh kursi di parlemen yang diperoleh DPD Golkar Kutim melalui pertarungan di pemilihan legislatif (pileg) 2019, diperintahkan DPP Golkar untuk memberikan dukungan penuh kepada paslon terpilih, anggota DPRD Kaltim Mahyunadi dan Kinsu yang merupakan pengusaha minyak asal Sangatta.
Bagaimana Kasmidi menjawab kenyataan yang bertolak belakang dengan harapannya itu?
Saat dijumpai awak media di kediaman pribadinya, Kasmidi menjelaskan, bahwa sejatinya keinginan DPP Partai Golkar terhadap dirinya adalah maju berpasangan dengan Mahyunadi di Pilkada Kutim 2020. Hal itu terkesan seperti kawin paksa.
“Itu alasan DPP Golkar menolak memberi saya rekomendasi. Saya dikasih tahu bahwa saya diminta untuk jadi wakilnya Mahyunadi. Tapi saya tidak bisa karena saya sudah ada pasangan. Mahyunadi juga tentu tidak mau, karena dia juga sudah ada pasangan,” ungkap Kasmidi dengan ‘gamblang’, Sabtu (18/7/20).
Alasan kedua, lanjut dia, DPP Golkar memberi opsi lain. Yakni agar Kasmidi yang merupakan ketua DPD Golkar Kutim maju sebagai calon bupati di Pilkada Kutim 2020. Bukan sebagai calon wakil bupati.
Alternatif itu tidak berirama dengan keputusan politiknya. Kasmidi telah mengambil keputusan untuk maju sebagai calon wakil bupati, berpasangan dengan mantan bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Alasan kedua ini tidak bisa diterima. Saya dipaksa maju sebagai bupati. Partai sebenarnya harus melihat, selain nama besar partai, juga harus melihat figur dan presentasi kemenangan,” ucap Kasmidi.
“Bukan saya tidak berani maju sebagai bupati. Tapi saya melihat bahwa saya berpasangan dengan Pak Ardiansyah ini paling layak dan cocok. Saya ingin kita lebih baik lagi dengan apa yang saya lakukan dengan Pak Ismunandar (bupati Kutim nonaktif) kemarin sudah baik. Ini harus kita tingkatkan dan benahi. Apalagi dengan adanya kejadian kemarin, juga masih adanya defisit keuangan yang belum stabil. Harus kita akui semua itu. Ini harus ada seseorang yang tepat untuk membenahi ini,” tambah Kasmidi.
Dia menyatakan, pertimbangan dirinya maju sebagai calon wakil bupati tersebut sudah penuh dengan perhitungan yang realistis.
“Kalau saya mencalonkan sebagai calon wakil bupati itu karena ada perhitungan. Ini bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Ini kepentingan orang banyak,” ujar dia.
“Kami pasti ada kecewa terhadap DPP. Tapi sebagai kader Golkar saya akan melakukan pendekatan dengan silaturahmi yang baik,” timpalnya.
Adapun pasangan Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang atau AS-KB, menurutnya, kini tengah menyiapkan partai politik (parpol) yang bisa diajak berkoalisi.
“Saya tidak mau sesumbar menyampaikan. Tapi dalam waktu dekat akan kami sampaikan bila sudah ada rekomnya. InsyaAllah saya yakin bisa juga maju pilkada,” tutur dia.
Sebelumnya, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kutim, Budiman Hading mengatakan, memilih satu di antara dua kader yang sama-sama berbobot memang tidak mudah. Tapi, tetap untuk mengusung sosok dalam Pilkada Kutim, hanya satu kader saja.
“Tidak terpilihnya Kasmidi Bulang, memang membuat kecewa para pendukungnya. Namun, keputusan partai tetap harus dihormati,” ujarnya.
Sementara itu, Mahyunadi mengucapkan syukur ketika telah menerima SK rekomendasi langsung dari Ketua Umum Partai Golkar.

Ia bersama tim juga sudah mempersiapkan langkah-langkah ke depan setelah mengantongi rekomendasi tersebut. Terutama koalisi partai untuk bersama-sama berjuang dalam pesta demokrasi ke depan.
“Selain Golkar, kami juga sudah mengantongi SK PAN dengan tiga kursi dan PKB dengan satu kursi. Jadi sudah ada 11 kursi yang kita miliki. Cukup untuk mendaftar ke KPU Kutim. Namun, kami tak menutup partai lain bila ada yang mau bergabung bersama kami dalam mengubah Kutai Timur menjadi lebih maju,” kata Mahyunadi dalam pesan pendeknya, dikutip dari Tribun Kaltim. (ash)













