Halokaltim, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menurunkan angka stunting melalui penguatan program-program unggulan, salah satunya Program Rp250 juta per RT yang dinilai memiliki dampak paling langsung bagi masyarakat.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa dari 50 program unggulan yang telah disusun, banyak yang diarahkan untuk percepatan penanganan stunting.
Program Rp250 juta per RT disebutnya sebagai salah satu instrumen paling efektif karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga di lingkungan masing-masing.
“Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan karena pemerintah telah memfasilitasi langsung ke lingkungan,” ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang mendukung penurunan stunting, mulai dari penanganan kemiskinan, peningkatan keterampilan warga, hingga pembangunan fisik skala kecil yang dibutuhkan di tingkat RT.
“Banyak kegiatan di dalam program Rp250 juta yang mendukung penanganan stunting. Mulai dari mengurangi kemiskinan sampai meningkatkan ekonomi warga,” tambahnya.
Ardiansyah menekankan pentingnya peran ketua RT sebagai pihak yang paling memahami kondisi warganya.
Menurutnya, ketua RT mengetahui siapa saja yang mengalami stunting, berisiko stunting, berada dalam kondisi miskin, maupun yang membutuhkan bantuan modal atau pelatihan.
“Ketua RT pasti tahu siapa warganya yang stunting, berisiko stunting, siapa yang miskin, dan siapa yang butuh modal atau pelatihan,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan ketua RT dapat memastikan program tersebut tepat sasaran.
Dengan pemanfaatan dana yang optimal, Ardiansyah optimistis angka stunting di Kutim dapat menurun signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
“Jika program ini berjalan baik dan memenuhi kebutuhan warga, saya yakin dalam 3–5 tahun ke depan stunting Kutim bisa menurun secara signifikan,” pungkasnya. (Adv/ma/ja)













