Halokaltim, Kukar – Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, terus mendorong pengembangan produk unggulan tempe lokal sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menyampaikan rasa bangganya terhadap potensi tempe Loa Kulu yang tidak hanya dikenal sebagai makanan khas, tetapi juga menjadi identitas kultural wilayah.
“Kita bangga dan luar biasa. Tinggal bagaimana konsep kita bersama untuk memaksimalkan atau memajukan produk andalan Loa Kulu ini,” ujar Sukirno, pada Rabu, 16 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa tempe sudah lama melekat dengan kehidupan masyarakat Loa Kulu, dan menjadi ikon yang tak terpisahkan dari daerah tersebut.
“Yang jelas, kalau orang bilang sudah ke Loa Kulu tapi tidak makan tempe Loa Kulu, itu tidak sah. Ada yang kurang,” tambahnya.
Menurut data desa, sekitar 70 hingga 89 persen produsen tempe Loa Kulu berasal dari Desa Loh Sumber. Namun demikian, Sukirno menilai para pengrajin selama ini masih lebih dominan di sektor produksi. Sementara nilai tambah lebih besar justru dinikmati oleh pelaku usaha kuliner yang mengolah dan menjualnya kembali.
Untuk itu, Pemdes Loh Sumber melakukan kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dan perusahaan PT Multi Harapan Utama (MHU) guna mengembangkan produk turunan tempe yang memiliki varian rasa dan kemasan menarik. Upaya ini juga menyerap tenaga kerja dari kalangan pelajar hingga ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah, ini juga mengurangi pengangguran. Adik-adik sekolah juga ikut membantu dalam proses pengemasan,” terang Sukirno.
Produk tempe olahan tersebut kini telah dipasarkan ke PT MHU, bahkan sebagian disuplai untuk kebutuhan oleh-oleh lokal. Permintaan pun terus meningkat, meski kapasitas produksi masih menjadi tantangan utama. Salah satu kendala yang tengah diupayakan solusinya adalah sertifikasi halal agar produk bisa menembus pasar ritel modern dan wilayah lain di Indonesia.
“Insyaallah, kalau tidak ada halangan, segala sesuatunya lengkap, kita juga akan coba nanti launching dan rencananya sama PT MHU, kita akan kirim ke luar negeri,” ungkap pria tersebut.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengembangan tempe Loa Kulu tidak hanya sebatas sektor ekonomi. Produk ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, terutama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Wacana program kita yang terbesarnya adalah memandirikan generasi muda atau masyarakat yang ada di Desa Loh Sumber ini, untuk menyiapkan ketangguhan, kekuatan. Dalam hal ini, jangan jadi penonton di negeri sendiri. Ibu Kota Negara sudah di depan mata, kita hadapi,” tutup Sukirno. (*adv/diskominfokukar)













