Samarinda Theme Park Ditutup Sampai Perizinannya Lengkap, Kasatpol PP: Kalau Buka Kami Segel

Foto (kiri): masyarakat saat menikmati destinasi wisata baru di Samarinda Theme Park. (kanan) Kasatpol PP Samarinda, Anis, saat sidak ke Samarinda Theme Park yang diduga belum memiliki perizinan lengkap untuk beroperasi.

Halokaltim, Samarinda – Menanggapi keberadaan destinasi wisata baru yang berdampak mengganggu ketertiban lalu lintas di Jalan DI Panjaitan, Lempake, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Samarinda lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Samarinda Theme Park (STP), Selasa (28/1/2025).

Kepala Satpol PP Samarinda, Anis, pada kesempatan itu ingin memastikan terkait keberadaan STP yang seyogyanya belum bisa beroperasi secara resmi untuk publik.

Satpol PP Samarinda sidak Samarinda Theme Park, Selasa, 28-Januari-2025. (Foto: Kaltimpost)

“Ternyata memang kemarin itu belum dibuka untuk umum, katanya (pengelola STP). Cuma kan sudah berbayar (untuk masyarakat) ya sama aja,” ucap Anis.

Setelah ditelusuri, diungkapkan Anis bahwasanya STP belum memiliki perizinan lengkap terkait pengoperasian dan pengelolaan parkir yang memicu kemacetan parah kendaraan beberapa hari terakhir. “Terkait dengan parkir dan sebagainya bilangnya juga (perizinannya) belum,” bebernya.

Lanjut Anis, “kenapa berani buka (kalau belum lengkap perizinannya), kaya enggak tau animo masyarakat Samarinda aja yang haus hiburan,” kata Anis, memperagakan ekspresinya menyayangkan pihak pengelola STP yang diduga melanggar aturan pemerintah Kota Samarinda.

Dalam sidak, terdapat sejumlah temuan pelanggaran perizinan yang dilakukan oleh pengelola STP. Adapun  Diketahui STP belum memenuhi izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas).

Kasatpol PP Samarinda, Anis, memastikan terkait perizinan dan pengelolaan Samarinda Theme Park yang viral memicu kemacetan di Jalan DI Panjaitan akibat animo tinggi masyarakat Samarinda. (Foto: Kaltimpost)

Anis mengatakan pihaknya telah memberikan teguran tegas kepada pihak pengelola untuk tidak membuka STP sebelum perizinannya lengkap. “Besok tidak akan buka (kata pengelola). Ya saya ngomong kalau (tetap) dibuka, kami akan segel,” ungkapnya.