Pemkab Kukar Gelar Rakor Intervensi Penanganan Stunting

Rakor Intervensi Penanganan Stunting sedang berlangsung (*/ist)

Halokaltim, Kutai Kartanegara – Intervensi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memerangi stunting. Terungkap, salah satu indikator utama stunting ini adalah permasalahan gizi. Untuk itu, Pemkab Kukar menggelar rapat koordinasi bersama Camat, Kepala Desa (Kades), OPD terkait dan dunia swasta. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Daksa Arta BPKAD Kukar, pada Rabu 10 Juli 2024.

Bupati Kukar Edi Damansyah memimpin langsung rapat ini. Ia mengungkapkan, rakor ini menjadi cara untuk mengevaluasi terhadap penghitungan serentak pencegahan stunting di Kukar yang berlangsung selama Juni 2024 kemarin.

“Kami telah mengikuti dan mengawal data ini. Dari gambaran perbaikan yang didapat Kukar, sekarang angka stunting kita 15 persen,” ungkap Edi.

Terungkap dari penghitungan serentak pencegahan stunting kemarin. Indikator utama Kukar adalah permasalahan gizi. Baik itu kurangnya berat badan, hingga gizi kurang atau gizi buruk. Dan langkah cepat yang ditempuh Pemkab Kukar adalah menyalurkan Program Makanan Bergizi Kukar Idaman (PMBKI). Melalui inisiasi program tersebut, pemerintah akan memberian makanan pokok dan makanan tambahan bergizi kepada anak penderita stunting.

Penyaluran ini menjadi prioritas Pemkab Kukar, kata Edi, karena memerangi stunting akan menentukan perkembangan para anak-anak penerus bangsa. Intervensi berupa pemberian makanan tambahan ini diyakini menjadi langkah sigap sebelum stunting terjadi. Dalam kesempatan ini juga, Edi membeberkan keterlibatan dunia swasta membantu pemerintah memerangi stunting.

Dimana ada MoU yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Muara Wis selaku pilot project penanganan stunting bersama tiga perusahaan. MoU ini diteken perusahaan melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dalam membantu Kecamatan Muara Wis mengintervensi konsumsi tambahan. Kepada balita selama dua bulan.

“OPD teknis sampai dokter spesialis anak akan jemput bola ke kecamatan dan desa yang perlu penanganan stunting. Tetapi intervensi spesifik nanti adalah pemberian makanan tambahan untuk perbaikan gizi,” akhiri Edi. (*adv/diskominfokukar)